Dear Rabbits mania, Anda mungkin pernah mendengar mengenai pembagian klasifikasi Kelinci seperti tersebut diatas, ada yang begitu bangganya menyebutkan bahwa kelinci yang dipeliharanya memiliki kualifikasi F-0 ataupun F-1. Dan ada pula yang merasa rendah diri karena kelinci-nya merupakan kualifikasi F-2 ataupun F-20…. dan sehingga menganggap kelincinya tidak memiliki kualitas yang baik. Benarkah?

Mari kita kupas bersama.

Dengan berbekal dari dokumen Balitbang Bogor dalam Lokakarya-nya yang berjudul “Strategy Pemuliaan Sebagai Alternatif Peningkatan Produktifitas Kelinci Pedaging” oleh Tike Sartika pada halaman 95 tertulis seperti demikian :

Crossbreeding dari dua breed untuk menghasilkan betina calon induk (F1).

Dalam hal ini dilakukan reciprocal crossbreed antara NZW (New Zealand White) x L (Local) ; L x NZW ; Cal (Californian) x L ; L x Cal ; Cal x NZW ; NZW x Cal ; FG x Cal ; FG x NZW. Tujuan dari reciprocal Crossbreed adalah untuk meningkatkan performance kelinci lokal dan untuk meng-evaluasi hasil silangan mana yang paling baik untuk dijadikan calon induk (strain Sintetik) (F-1) yang akan dikawinkan dengan kelinci FG untuk menghasilkan F-2 Crossbreed terbaik. Dari delapan persilangan tersebut diatas, dipilih pesilangan terbaik sebagai calon induk F-1.

Perkawinan silang antara pejantan FG sebagai Terminal sire breed dengan F-1 hasil Reciprocal cross breed untuk mendapatkan F-2 kelinci Fryer terbaik. dst…..

Dari cuplikan dokumen diatas dapat dikatakan bahwa kualifikasi/kualitas  kelinci F-2 belum tentu kalah dari kualitas F-0 (kelinci asli) maupun F-1-nya.

Sekarang kita amati lagi sekeliling lingkungan perkelincian kita, betapa Fuzzy Lop menjadi kelinci yang diminati oleh para pecinta kelinci hias. Selain bulunya yang menyerupai jenis Angora tapi juga kupingnya turun seperti Holland Lop. Lucu…. demikian komentarnya.

Apakah kelinci ini memiliki kategory F-0 atau F-1? mari kita teliti bersama.

Saya coba search dari en.Wikipedia.org (yang sampai saat ini masih Saya percayai ke sahihannya). Tahukah anda bahwa Fuzzy Lop adalah merupakan hasil crossbreed antara Holland Lop dengan Angora, (kita persempit pengambilan contoh kasusnya dari satu sisi saja ya). Holland Lop juga merupakan crossbreed antara Netherland dwarf dengan French Lop, French Lop merupakan crossbreed antara English Lop dan English Butterfly Rabbit.

So, mau disebut F berapakah jenis Fuzzy Lop ini?…. F-3? Saya rasa iya, soalnya melihat silsilah keturunan diatas seharusnya kelinci ini masuk kedalam kategory tersebut.

Lha sekarang permasalahannya kalau ada yang bilang bahwa Fuzzy Lop saya adalah merupakan keturunan F-0, mungkinkah? ya mungkin saja karena Saya melihat F-0 nya hanya dari kelinci jenis itu saja dan Fuzzy Lop tersebut adalah merupakan anak hasil perkawinan antara Fuzzy Lop itu sendiri (internal breeding).

Jadi teman-teman sekalian, apakah masih perlu bahwa F F-an itu sebagai penentu harga se-ekor kelinci?. Saya koq malah tidak setuju. Ke setujuan Saya adalah bahwa F itu adalah memang difokuskan untuk bidang penelitian karena memang identitas tersebut adalah sangat diperlukan.

Jadi untuk teman-teman yang memang memiliki kelinci yang unik dan tidak diketahui lagi asal usulnya, jangan berkecil hati karena Saya yakin bahwa sesuatu yang unik memiliki harga tersendiri.

Yang paling penting  sekarang adalah bagaimana kita untuk tetap fokus memberikan yang terbaik bagi peliharaan kita.