Dear Rabbit Lovers,

Sering saya dapatkan dalam forum tentang perkelincian dimana ada subject yang menanyakan kenapa kelinci Saya mati, padahal cuma mencret-mencret saja?…. Banyak jawaban yang  simpang siur untuk mencari akar permasalahannya. Tentu hal ini tidak bisa disalahkan karena semua jawaban tersebut adalah berdasarkan pengalaman.

Nah sehubungan dengan kasus ini,  Alhamdulillah Saya menemukan satu tulisan yang dapat dipertanggung jawabkan. Tulisan ini adalah merupakan hasil studi dan penelitian hasil lokakarya Badan Penelitian Peternakan Bogor.  Untuk mendapatkan data secara lengkap dan akurat mengenai tulisan ini, Anda bisa langsung menuju ke link ini :  

http://peternakan.litbang.deptan.go.id/publikasi/lokakarya/lklc05-26.pdf

Dan untuk versi summary-nya yang dibuat cukup singkat, silahkan terus membaca.

 

KOKSIDIOSIS! ya inilah penyakit yang seharusnya  dikhawatirkan bagi para breeder atau pemilik kelinci. Ternyata tingkat kematian/mortaliti bagi seluruh jenis kelinci yang terinfeksi adalah tidak tanggung-tanggung, bisa mencapai angka 50% – 100%. Penyakit ini menjangkiti kelinci yang baru menjalani masa lepas sapih (5-8 minggu) dan kalaupun Kelinci tersebut sembuh dan menjadi dewasa, maka Kelinci tersebut akan menjadi carier (pembawa).

Tanda-tanda atau gejala kelinci yang terjangkiti Koksidiosis adalah  : Pembesaran abdomen (perut), nafsu makan menurun, ikterus(perubahan warna kulit) dan MENCRET. Tanda-tanda ini bisa saja dikacaukan dengan jenis penyakit lain seperti Enteritis, Diare, Bloat dan kembung perut (Timpani).

Tapi adakalanya penyakit ini tidak memperlihatkan gejala, atau kematian dapat terjadi setelah beberapa hari terinfeksi. (Wah susah juga ya….)

 

Pada kelinci terdapat 2 jenis koksidiosis, yakni koksidiosis yang menyerang hati yang ditimbulkan oleh eimeria Stidae dan yang menyerang usus E. Magna, E.Media, E.Irresidua & E.Perforans.

Penyebaran penyakit ini terjadi di hampir seluruh dunia dan bersifat patogen (mudah menular).

Nah sekarang langsung saja kita menuju ke cara penanggulangannya, karena pencegahan adalah merupakan obat yang baik bagi penyakit ini . Hal yang sangat ekstrim dari tulisan ini adalah dimana Kelinci yang sudah terkena penyakit ini lebih baik dibunuh sehingga tidak menyebar ke koloni kelinci yang lain. Tapi di lain topik juga ada yang menyarankan bahwa koksidiosis bisa ditanggulangi dengan 0.05% sulfakuinoksalin dalam air minum selama 30 hari.

Demikian langkah-langkah pencegahannya :

  1. Kandang Kelinci harus sering dibersihkan dan di sterilkan.
  2. Akomodasi yang memiki standar yang memadai : Kering, ventilasi yang baik dan angin tidak kencang.
  3. Makanan tersedia terus menerus, kelinci suka makan sedikit-sedikit tapi berulang kali dan terus menerus.
  4. Air minum lebih baik yang memakai pipa logam daripada mangkuk dan harus sering disterilkan.
  5. Mencegah berdesak-desakan, khususnya induk dengan anak-anak sekelahiran dan anak-anak yang baru disapih.
  6. Kelinci yang baru diperoleh, sebaiknya dipisah selama 2-3 minggu sebelum digabung dengan kelompok utama.
  7. Hewan lain semisal anjing dan tikus harus dicegah kontak dengan makanan dan alas tidur kelinci.
  8. Pemeriksaan kelinci secara teratur.
  9. Harus dilakukan pengobatan pencegarahan secara terus menerus.

Tapi kabar baiknya adalah penyakit ini tidak menyerang manusia.